Home > Lain-Lain, Tips > Kena HNP…

Kena HNP…

Kecetit………….. mungkin ada yang pernah mengalami hal ini.  Kecetit akan menyebabkan rasa sakit pada punggung kita. Penyebabnya berbagai macam, antara lain mengangkat beban berat atau gerakan yang tiba-tiba sehingga mengakibatkan kontraksi pada otot dipunggung.

Saya pernah mengalam kecetit pada tahun 2006 saat masih dinas di kebun Penataran – Blitar.  Saat itu pinggang terasa sakit kalau dibuat duduk atau membungkuk.  Setelah mendapatkan pijatan beberapa kali ternyata rasa sakit itu bisa mereda.

Pada bulan Mei tahun 2009, saya merasakan rasa nyeri ditelapak kaki kalau digunakan berjalan atau jinjit. Rasa sakit itu tidak terjadi kalau kaki tidak digunakan untuk berjalan.  Saya pikir ini karena kadar asam urat yang naik. Setelah tes darah ternyata asam urat 7,4 sehingga oleh dokter diberi obat penurun asam urat.  Setelah 1 bulan rasa nyeri itu tidak kunjung berkurang, sedangkan hasil tes darah ulang  menunjukkan kadar asam urat 5,3.

Saya tidak terlalu memperhatikan rasa nyeri tersebut, sampai akhirnya pada bulan Agustus kaki saya kalau digunakan untuk lari sudah tidak mampu. Untuk naik dan turun tangga telapak kaki terasa nyeri sekali.  Semakin mendapat tekanan, telapak kaki semakin nyeri. Akhirnya saya tidak bisa berolahraga tenis untuk sementara waktu.

Pada bulan September pemeriksaan oleh dokter ahli syaraf didiagnosa menderita tendinitis karena ada otot yang tertarik.  Saya juga mengatakan kalau lutut kedua kaki ngilu, sehingga lutut bagian bawah pada kedua kaki disuntik untuk mengurangi rasa sakit tersebut.  Pada saat disuntik rasanya sangat sakit, terasa sekali pada saat obat itu disuntikkan. Setelah disuntik terasa bebal di bekas suntikan. Kata dokter itu adalah efek sementara dari obat yang disuntikkan dan akan hilang sendiri. Selain itu disarankan untuk fisioterapi dengan penyinaran, setrum dan traksi sebanyak 8 kali.

Setelah fisioterapi dan traksi selama 7 kali, rasa nyeri tidak kunjung berkurang, maka saya dirujuk untuk foto MRI (Magnetic Resonance Imaging).  Foto MRI pada tanggal 26 Oktober 2009 di sebuah Laboratorium MRI Surabaya.  Foto pada bagian cervical dan lumbosacral dengan ongkos sebesar Rp. 3,5 juta untuk 10 foto.  Proses foto membutuhkan waktu +/- 1,5 jam, lumayan menyiksa dengan kondisi ruangan ber AC yang sangat dingin dan tidak boleh banyak bergerak. Ini hasil sebagian foto MRI saya…………

l5-s1_resize

Dari hasil analisa foto menurut dokter spesialis bedah syaraf ternyata ada HNP di L5-S1, walaupun tidak terlalu parah, tetapi  disarankan untuk operasi.  Kaget juga dengar kata harus operasi, apalagi di tulang belakang……….. Saya pun minta waktu untuk memberikan jawaban atas rekomendasi itu.

Kemudian saya search di internet, ternyata HNP adalah Hernia Nucleus Polposus atau ada salah satu syaraf di tulang belakang yang terjepit akibat terdorong oleh cairan tulang rawan antar tulang belakang yang keluar.  Ternyata rata-rata penyembuhan HNP dengan operasi di tulang belakang. Memang ada juga info pengobatan alternatif dibeberapa tempat yang menawarkan penyembuhan HNP tanpa operasi.

Kemudian saya berkonsultasi dengan dokter perusahaan dan meminta waktu mencoba pengobatan alternatif sebelum memutuskan untuk menjalani operasi.  Mudah-mudahan ada jalan kesembuhan lain dari Allah swt tanpa melalui operasi…….. Amiin……..

TERNYATA KECETIT BUKAN MASALAH SEPELE………..

Related posts:

  1. Menghilangkan Tanda Bajakan di Windows 7…
  2. Update Status “melalui Facebook for BlackBerry” dengan HP Jadul…
  3. Pengen Punya Gravatar…
  4. Siapa Menanam Akan Memanen…
  5. Ke Gunung Kelud…
Categories: Lain-Lain, Tips Tags: ,
  1. fauzi
    March 19th, 2010 at 07:13 | #1

    ibu w juga kena
    udah 3 thun nih gmana cra nyembuhinnya ya?

    [Reply]

  2. masluki
    April 4th, 2010 at 23:04 | #2

    @fauzi : waduh maaf saya tidak bisa kasih saran karena tidak berkompeten untuk itu. Saya saat ini sudah mulai ringan sakitnya tanpa operasi, karena 2nd opinion dokter, hanya masalah tendinitis di kaki. Alhamdulillah …..

    [Reply]

  3. April 12th, 2010 at 16:42 | #3

    hubungi saya klo masih hnp

    [Reply]

  4. agus
    April 17th, 2010 at 05:48 | #4

    Saya juga pernah kena HNP dan divonis dokter hrs operasi…Alhamdulillah sembuh dengan terapi alternatif.. walaupun cuma 90% sembuhnya

    [Reply]

  5. masluki
    April 18th, 2010 at 19:16 | #5

    @agus dan ridwan : terima kasih atas infonya, btw untuk Ridwan email yang bisa dihubungi kok tidak aktif

    [Reply]

  6. ahd
    April 27th, 2010 at 16:37 | #6

    Sy penderita hnp yang berdasarkan hasil MRI terkena di L4-L5, namun dari keluhan yang saya rasakan, juga terindikasi pada S1. Saya menjalani pengobatan secara medis maupun alternatif. Saya menghindari opname dan operasi, sehingga saya hanya memilih terapi di bagian rehabilitasi medis selama 3 bulan. Sekarang saya hanya melakukan pengobatan alternatif (pijat syaraf)
    Karena tulang belakang saya yg rusak akibat terjatuh tak dapat lagi disembuhkan, saya diwajibkan untuk menguruskan badan dan membatasi beberapa aktivitas, saya juga harus selalu mengenakan korset tuk menyangga dan menyangga tulang belakang. Sedih memang, namun alhamdulillah dengan kondisi ini, saya masih bisa tetap bekerja.

    [Reply]

  7. masluki
    April 27th, 2010 at 19:36 | #7

    @ahd : saya mulai desember-pebruari 2010 terapi di dokter di Malang. Alhamdulillah dah bisa jalan walaupun masih ada nyeri di jari kaki.
    Kadang-kadang masih sakit seperti otot yang ketarik………..
    Tks sudah berkunjung ke blog saya

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.